Festival Budaya Memukau di Nusa Penida Bali Dikonfirmasi Pada Oktober 2023
Festival Budaya Memukau di Nusa Penida Bali Dikonfirmasi Pada Oktober 2023

Festival Budaya Memukau di Nusa Penida Bali Dikonfirmasi Pada Oktober 2023

Bali adalah destinasi yang sangat dikagumi karena warisan budayanya yang luar biasa dan sifat spiritualnya yang mendalam. Kepercayaan dan budaya masyarakat Bali merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di pulau tersebut.

Dengan keterkaitan yang kuat dengan identitas budayanya, Bali dikenal menginspirasi banyak pengunjung untuk mempelajari lebih lanjut tentang warisan budaya mereka sendiri ketika mereka kembali ke rumah.

Di Bali Era Baru ini, seperti yang diusulkan oleh para pemimpin daerah selama beberapa bulan terakhir, wisata budaya akan menjadi komponen utama industri perjalanan di Bali.

Wisatawan dari segala jenis akan didorong untuk terlibat dan belajar tentang budaya Bali selama liburan mereka.

Baik melalui pembelajaran canang sari sehari-hari, menghadiri tarian budaya tradisional, mengikuti upacara pemberkatan air tradisional, atau bahkan mempelajari beberapa kata Bahasa Bali, para pemimpin pariwisata ingin menampilkan yang terbaik dari budaya Bali kepada masyarakat. Dunia.

Oleh karena itu, penyelenggara Festival Nusa Penida dengan gembira mengumumkan bahwa festival tersebut akan diadakan tahun ini untuk pertama kalinya dengan kapasitas penuh sejak sebelum pandemi.

Festival Nusa Penida akan diadakan pada tanggal 5-7 Oktober tahun ini dan akan menampilkan lebih dari 500 penari, pertunjukan budaya yang luar biasa, dan hiburan untuk seluruh keluarga.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Ni Made Sulistiawati kepada wartawan pekan ini mengatakan, puncak Festival Nusa Penida adalah tarian Pendet Pasepan.

Pertunjukan tersebut merupakan bentuk persembahan penyucian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa; penari wanita mengenakan kebaya putih (blus tradisional) dan kamen (sarung) kuning sambil memegang bara api.

Pertunjukan spektakuler ini hanyalah satu dari puluhan pertunjukan tradisional dan tarian kebaktian yang mengesankan yang akan ditampilkan selama festival.

Sulistiawati mengatakan, “Kami sedang membentuk panitia, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepala desa, serta menyiapkan rundown acara.”

Ia menambahkan “Festival Nusa Penida juga mencakup hiburan musik, bersih-bersih pantai, lomba perahu layar, dan senam Sumba. Anggarannya sekitar Rp 700 juta.”

Pengunjung festival juga dapat menantikan pertunjukan kecak ‘kolosal’ yang dibawakan oleh beberapa seniman budaya terbaik provinsi ini.

Tari Kecak merupakan salah satu tarian tradisional Bali yang paling terkenal dan menceritakan kisah Ramayana.

Tari Kecak juga lebih terkenal dengan sebutan tari api Bali, dan pertunjukannya menggambarkan kisah cinta Rama dan Sita serta kemenangan mereka atas kebaikan atas kejahatan.

Wisatawan tidak perlu menunggu untuk melihat pertunjukan Kecak di Festival Nusa Penida jika tanggalnya tidak sesuai dengan liburannya.

Ada puluhan pertunjukan kecak yang berlangsung di seluruh pulau setiap minggunya.

Tarian Kecak paling terkenal di Bali dibawakan di amfiteater Pura Uluwatu dan merupakan acara yang benar-benar memukau. Tarian ini dibawakan sesaat setelah matahari terbenam, menghadap ke Samudera Hindia.

Tarian ini sering disebut-sebut sebagai salah satu daya tarik budaya dari perjalanan ke Bali dan pastinya harus masuk dalam daftar keinginan semua orang di Bali!

Wisatawan yang merencanakan perjalanan mereka ke Bali akan menyadari bahwa dewan pariwisata dan perusahaan tur lainnya akan mempromosikan pengalaman pariwisata berbasis budaya selama beberapa bulan ke depan.

Hal ini mencakup segala hal mulai dari mengunjungi pura dan situs spiritual hingga umat Hindu Bali, mencoba hidangan tradisional Bali dan Indonesia seperti nasi goreng atau Babi guling klasik Bali.

Beberapa sajian wisata budaya unggulan di Bali antara lain kunjungan ke Terasering Sawah Telallagang.

Selama kunjungan wisatawan tidak hanya mendapat kesempatan untuk mengagumi lanskap pertanian yang menakjubkan tetapi juga belajar tentang bagaimana padi ditanam dan bagaimana masyarakat Bali hidup dan bekerja selaras dengan tanah.

Pengalaman budaya lain yang wajib dilakukan di Bali adalah kunjungan ke pura. Pura yang populer termasuk Pura Saraswati di pusat Ubud, yang terletak dekat dengan Istana Ubud.

Serta Pura Tirta Empul yang terkenal dengan upacara pemberkatan airnya, dan tentunya Pura Sad Kahyangan Luhur Lempuyang yang dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Pintu Gerbang Menuju Surga.

Para pemimpin pariwisata telah menetapkan serangkaian pedoman untuk membantu wisatawan mengetahui cara terbaik berperilaku terhormat saat mengunjungi landmark budaya di pulau tersebut. Daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dapat dilihat di Bandara Bali, dan di papan reklame di sekitar pulau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *