KTT ASEAN ke-43 akan melanjutkan diskusi tentang penguatan kapasitas blok dan efektivitas kelembagaan untuk membantu organisasi menanggapi tantangan dalam 20 tahun ke depan.
Ketua ASEAN Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT dan pertemuan terkait di Jakarta dari 5-7 September 2023.
Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Sidharto Suryodipuro, mengatakan bahwa Indonesia bertujuan untuk meletakkan dasar kerjasama ASEAN untuk mengatasi tantangan saat ini dan masa depan.
“Untuk mencapai itu, kita harus memperkuat institusi kita (ASEAN) dan mekanisme kerjanya,” katanya dalam jumpa pers virtual, Jumat.
Ia menginformasikan ada beberapa aspek yang perlu diperkuat, seperti sumber daya manusia di komunitas ASEAN, dialog HAM, serta kerja sama maritim antar negara anggota.
Dia mencatat bahwa Indonesia telah berkontribusi pada beberapa kesepakatan selama kepemimpinannya di ASEAN. Sebelumnya menjabat sebagai ketua ASEAN pada tahun 1976, 2003, dan 2011.
Beberapa kesepakatan yang dicapai selama Indonesia menjadi ketua kelompok tersebut antara lain pembentukan Sekretariat ASEAN, pembahasan Traktat Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), komunitas ASEAN, dan pembentukan perjanjian perdagangan bebas antar kawasan Asia-Pasifik. bangsa (RCEP).
Diskusi tentang penguatan institusi ASEAN, yang dimulai di bawah Inisiatif Indonesia, dimulai pada tahun 2022 dengan Rekomendasi High-Level Task Force pada Visi Komunitas ASEAN Pasca-2025 (HLTF-ACV) tentang Penguatan Kapasitas ASEAN dan Efektivitas Kelembagaan.
Para pemimpin ASEAN juga telah membahas masalah ini dengan gugus tugas tingkat tinggi pada KTT ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Mei lalu.
Para pemimpin menekankan perlunya memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan blok tersebut, termasuk memungkinkan ASEAN untuk menanggapi krisis dan situasi darurat secara tepat waktu.
KTT ASEAN 2023 di Jakarta tidak hanya akan dihadiri oleh para pemimpin ASEAN, tetapi juga mitra eksternal seperti China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, dan India.
Suryodipuro mengatakan, Indonesia mengharapkan 27 pemimpin dunia dan badan internasional, termasuk 18 pemimpin negara peserta East Asia Summit (EAS), Perdana Menteri Kanada, dan direktur eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia untuk bergabung dalam pertemuan tersebut. pertemuan.
KTT Asia Timur terdiri dari 18 negara peserta, termasuk 10 negara anggota ASEAN, Australia, Cina, India, Jepang, Selandia Baru, Republik Korea, Rusia, dan Amerika Serikat.