Presiden RI Serahkan Anggaran Rp 3.123T Untuk Tahun 2024
Presiden RI Serahkan Anggaran Rp 3.123T Untuk Tahun 2024

Presiden RI Serahkan Anggaran Rp 3.123T Untuk Tahun 2024

Pada 16 Agustus, Presiden Indonesia Joko Widodo mengusulkan kepada parlemen anggaran sebesar 3.304,1 triliun rupiah (US$216,24 miliar) untuk tahun 2024, tahun terakhir masa jabatannya, berjanji untuk melindungi ekonomi dari tantangan global dan menstabilkan harga pangan. Usulan anggaran tersebut lebih besar sekitar 6% dari rencana belanja tahun ini yang telah direvisi menjadi Rp 3.123,7 triliun.

Itu juga mengasumsikan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen tahun depan, yang lebih rendah dari target 5,3 persen untuk 2023. Jokowi, panggilan akrab presiden, menyatakan bahwa dia mengharapkan defisit anggaran 2024 menjadi 2,29 persen dari PDB, yang kira-kira sama. sebagai perkiraan terbaru defisit tahun ini sebesar 2,28 persen.

Namun, beberapa ekonom percaya asumsi anggaran terlalu optimis mengingat pertumbuhan global diperkirakan akan tetap lemah tahun depan.

“Arsitektur APBN 2024 harus mampu menjawab dinamika ekonomi, menjawab tantangan, dan secara optimal mendukung agenda pembangunan dan kesejahteraan,” kata Jokowi dalam pidato anggaran tahunan di depan parlemen, sehari sebelum peringatan kemerdekaan Indonesia.

Presiden tidak membuat pengumuman kebijakan fiskal khusus untuk tahun 2024, tetapi beliau menekankan pentingnya ketahanan pangan dan energi, serta mengembangkan industri pertahanan yang kompetitif, dalam menghadapi gangguan rantai pasokan global yang disebabkan oleh fragmentasi geopolitik.

Jokowi mengusulkan alokasi Rp 108,8 triliun untuk ketahanan pangan guna menjaga kestabilan harga, meningkatkan hasil pertanian, dan memperluas program food estate pemerintah yang sedang berjalan.

Infrastruktur dialokasikan Rp 422,7 triliun, termasuk untuk proyek andalan Jokowi, Nusantara, untuk membangun ibu kota baru di Pulau Kalimantan.

Jokowi sebelumnya telah menyatakan akan merelokasi beberapa kantor pemerintahan dari Jakarta ke Nusantara tahun depan.

Rancangan anggaran itu meminta penerimaan negara naik 5,5% tahun depan menjadi Rp 2.781,3 triliun, naik dari Rp 2.637,2 triliun tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *